Selamat Datang di Blog Gerakan Pemuda Ansor Anak Cabang Watulimo Kabupaten Trenggalek, Semoga bermanfaat dan membawa Berkah. Aamiin

Minggu, 26 Maret 2017

Semar dan Tholabul Halal

Unknown   at  Minggu, Maret 26, 2017  

Kiai Lurah Semar Badranaya adalah nama tokoh punakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana.

Tentu saja nama Semar tidak ditemukan dalam naskah asli kedua wiracarita tersebut yang berbahasa Sanskerta, karena tokoh ini merupakan asli ciptaan pujangga Jawa. (sumber:Wikipedia)
Sebagai penjelmaan dewa, Semar dikenal juga sangat arif dan bijaksana. Bisa bergaul dengan siapa saja, baik dengan kalangan atas maupun kalangan bawah. Selain itu juga tanggap terhadap perubahan jaman.

Akan tetapi jika menemukan ketidakadilan dan tindakan sewenang-wenang, maka Semar akan dengan tegas melakukan tindakan preventif, persuasif dan represif. Bisa dikatakan kalau Semar ini rela mempertaruhkan segalanya demi amanat yang diterimanya dari Sang Maha Kuasa.
Sering dikisahkan juga bahwa senjata Semar adalah kentut. Konon kentut Semar ini bisa membuat pusing para punggawa keraton yang tidak menjalankan tugasnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Bila kita cermati ucapan Semar setiap kali mengawali dialog : “mbergegeg, ugeg-ugeg, hmel-hmel, sak dulito, langgeng…” Yang artinya diam, bergerak atau berusaha, makan, walaupun sedikit, abadi. Maksudnya dari ucapan Semar itu kira-kira begini, daripada diam (mbergegeg) lebih baik berusaha untuk lepas (ugeg-ugeg) dan mencari makan (hmel-hmel) walaupun hasilnya sedikit (sak ndulit) tapi akan terasa abadi (langgeng).

Benar-benar sebuah pesan moral yang sangat dalam agar kita selalu bekerja keras untuk mencari nafkah, walaupun hasilnya hanya cukup untuk makan, namun kepuasan yang didapat karena berusaha tersebut akan abadi.

Rasulullah SAW jauh-jauh hari bersabda:

إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ


“Sungguh sebaik-baik rizki yang dimakan oleh seorang laki-laki adalah dari usahanya sendiri.”

Ya benar dari usahanya sendiri. Bahkan ada ancaman nanti bagi orang yang minta-minta sedangkan ia mampu untuk bekerja.

مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ.

“Seseorang yang senantiasa meminta-minta kepada orang lain s ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya” (Muttafaqun Alaih)
Tuhan sang pencipta alam sendiri pun berfirman didalam al Qur’an, agar hambanya selepas melaksanakan ibadah di perintah untuk mencari reziki yang halal.

{فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ}

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS al-Jumu’ah:10).

So….tetaplah “mbergegeg, ugeg-ugeg, hmel-hmel, sak dulito, langgeng…”
Boso penak e: Seng penting barokah hehehe…. (*)


Oleh : Ahmad Zain Bad
Sumber : SantriNews

Tags:
About the Author

Write admin description here..

You might also like:

::: Simak berbagai info ANSOR Watulimo Online melalui media sosial Group Facebook Ansor Watulimo Klik DISINI ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email ansorwatulimo@gmail.com :::: Info pemasangan iklan, hubungi WA : 0813-3392-6979 :::

startMiner - free and simple next generation Bitcoin mining software

COPYRIGHT © 2016 ANSOR WATULIMO. By Myanto Mahardika Supported By Bloggertheme9Published..Blogger Templates
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.